KEPULANGAN MAHASISWA UM DAN PELEPASAN MAHASISWA STUDY EXCHANGE BSA UAD KE UM MALAYSIA

 

YOGYAKARTA – (28/18) Kepulangan Mahasiswa Universitas Malaya (UM) dan Pelepasan Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan tema “Bukan perpisahan yang kami tangisi, tetapi pertemuan yang kami sesali” dikoordinasi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Kampus 5 UAD.

Acara ini dibuka oleh Bapak Dr. Yoyo, S.S., M.A dalam sambutannya beliau menuturkan bahwa “ Seluruh mahasiswa UM sangat besemangat dan aktif dalam masa belajarnya di Universitas Ahmad Dahlan selama 1 semester” tak lupa pula beliau menyampaikan pesan dan nasihat kepada mahasiswa UAD yang akan melangsungkan studi exchange di Universitas Malaya.

Acara ini terlaksana dengan lancar dan ada juga beberapa penampilan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat dan penampilan mahasiswa UM. Dihadiri oleh mahasiswa BSA semester 2,4, dan 6, di penghujung acara suasana terasa khidmat dan haru dengan menyanyikan lagu dari Endank Soekamti yang berjudul Sampai Jumpa, dan diakhiri dengan berfoto bersama mahasiswa BSA dan mahasiswa UM. (slv)

BUBAR KERABAD 2K18

YOGYAKARTA – Bubar Kerabad 2018 (buka bersama keluarga Bahasa dan Sastra Arab UAD) yang bertemakan “Ramadhan dalam Dekapan Ukhuwah” digelar Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Hall Kampus 4 UAD, Jalan Ring Road Selatan, Tamanan, Banguntapan, Bantul Yogyakarta, Jumat (25/5).

Ketua Panitia,Egen Susanto mengutarakan “sesuai dengan tema, terselenggaranya acara ini salah satunya untuk menyambung silaturahmi antara mahasiswa BSA ataupun dengan dosen dan Allhamdulillah antusias mahasiswa sangat tinggi terbukti dengan banyaknya yang hadir ikut meramaikan acara ini.”

Dihadiri oleh ratusan mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa semester 2, 4, 6, maupun 8, bahkan tak sedikit alumni yang ikut meramaikan acara ini. Selain buka bersama, ada diskusi singkat oleh Dr. Yoyo M.A. dengan tema “satu jam lebih dekat dengan prodi”, live music serta BSA choice award.

Menurut Usman (Alumni) “Ini merupakan acara yang special, dimana seluruh mahasiswa atau keluarga besar BSA bisa bertatap muka menjalin silaturahmi dengan baik, dan harapannya semoga acara seperti ini bisa menjadi acara rutin setiap tahunnya.”(red.)

FAI UAD bahas sinergitas antar ormawa

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Agama Islam UAD Yogyakarta berhasil melaksanakan Rapat Koordinasi Ormawa (RAKORWA) di kampus 5 Universitas Ahmad Dahlan pada ahad (25/3/18). Rapat koordinasi ormawa ini dihadiri oleh seluruh anggota ormawa FAI diantaranya Badan eksekutif mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Himpunan Mahasiswa Program Studi Tafsir Hadits, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah.

Dengan mengangkat tema Sinergitas ormawa FAI menuju mahasiswa yang kreatif, progresif, dan kompetitif, Awhinarto selaku ketua dewan perwakilan mahasiswa fakultas agama islam mengatakan bahwa rapat ini membahas tentang “ pertama sinegitas ormawa yang berada di fakultas agama islam agar supaya semua kegiatan dimanajemen dengan baik, dengan adanya rapat koordinas satu sama lain bisa saling kenal, semua kegiatan bisa diawasi oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa secara objektif dan transparan. Dengan harapan kami dari dewan perwakilan mahasiswa kegiatan ini dapat dimonitoring setiap saat dan apapun yang terjadi atau dilakukan oleh HMPS maupun BEM bisa kita control dengan baik, dan nantinya semua ormawa yang ada di fakultas agama islam kita bangun sebuah contoh yang baik untuk mahasiswa fakultas agama islam”.

Aiman  selaku ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra arab saat ditemui, menyatakan bahwa rakorwa ini sangat penting karena dengan adanya rakorwa ini dapat menyatukan program kerja-program kerja kita baik tanggal maupun yang lainnya, ini semua demi fakultas agama islam yang bersinergi.(dekA)

wisudawan tercepat UAD adalah seorang hafizd

 

Sabtu(24/3/18) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berhasil mewisuda 914 mahasiswa pada periode Maret 2018. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif yang di raih wisudawan dari S1 3,32,  sedangkan wisudawan S2 3,68. Dari total wisudawan periode Maret 2018, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Agama Islam berhasil meluluskan sebanyak 13 mahasiswa. Diantara 13 mahasiswa yang lulus pada periode Maret 2018 ini, M. Husni Arsyad meraih predikat wisudawan S1 tercepat dengan masa studi  3 tahun 4 bulan 28 hari dengan IPK 3,90. Wisudawan kelahiran Magelang, 28 April 1994 ini memiliki beberapa prestasi baik akademik maupun non akademik semasa kuliah. adapun prestasi akademik yang di raih oleh Arsyad, ia pernah meraih juara 3 lomba Debat Bahasa Arab pada Festival Timur Tengah yang diadakan di Universitas Indonesia, dan mengikuti Student Exchange di bawah program Asean Internasional Mobility For Student ke Malaya University. Selain itu, Arsyad juga aktif di kegiatan kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi dan menjadi pemateri di Studi Club I’dad Lughowi periode 2017-2018.

Putra dari pasangan Fathul Hakim dan Shohanah ini juga merupakan seorang Hafidz Al-Qur’an sejak kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan mendapatkan beasiswa dari Kementrian Agama melalaui jalur Tahfidz Al-Qr’an 30 juz pada tahun 2015 lalu. Pria kelahiran 1994 ini, juga pernah mengikuti lomba Tahfidz yang di ada di UAD dan meraih jura 2 di kategori 5 juz, selanjutnya Arsyad di kirim ke Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional untuk perwakilan UAD.

Arsyad kerap menghabiskan waktu belajar sambil mengajar di RumahTahfidz, yang sejak semester 4 telah membantu biaya kuliah sehingga tidak membebani orang tua lagi.  Ia juga tidak pernah menunda suatu pekerjaan, sehingga apa yang ia kerjakan harus segera diselesaikan.

“Ya maksimalkan dan gunain aja waktu yang ada. Sebisa mungkin tidak ada waktu yg terbuang sia-sia. Kalau ada tugas atau sesuatu hal yang perlu dikerjakan, harus segera dilaksanakan dengan segera jangan ditunda-tunda. Kalau ada kesempatan buat lulus tepat waktu atau bisa lebih cepat kenapa tidak di ambil kesempatan itu.” ujar Arsyad

Meskipun disibukan dengan kegiatan mengajar, bagi Arsyad kuliah merupakan tanggung jawab utama dan bakti kepada orang tua. “dan yg terakhir belajar, studi di perguruan tinggi itu selain untuk masa depan kita sendiri ya juga sebagai amanah dari orangtua. lulus dengan cepat atau dengan tepat waktu itu menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada orangtua dan amanah yg telah diberikan.” tambah Arsyad. (dekA)