Sehari Setelah Dilantik, HMPS BSA Tunjukkan Kebolehannya!

Jum’at, 16 Maret 2018, Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendapat kunjungan silaturrahmi dan study banding dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Sebagai salah satu organisasi mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab turut berpartisipasi dalam mensukseskan acara tersebut. Muhammad Deden Irwandi, mahasiswa BSA semester 2 mengawali acara tersebut dengan membacakan puisi arab. Sebuah puisi berjudul “Ana Yusuf” karya Muhammad Darwis, dibacakan  Deden dengan penuh penghayatan hingga berhasil menyedot perhatian seluruh peserta yang hadir. Suasana berubah sangat khidmat, ketika Aditya Prayogo anggota HMPS BSA, melantunkan ayat suci Al Qur’an sebagai pembukaan resmi acara tersebut.

Ketua kaprodi, Abdul Mukhlis, S.Ag.M.Ag. mengawali sambutannya pada acara tersebut dengan ucapan selamat datang kepada 7 dosen pembimbing beserta 75 mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Lampung. Dengan penuh rasa hormat, Dr. Safari S.Ag.M.Sos.I sebagai kaprodi PBA UIN Lampung dalam sambutannya, membalas ucapan tersebut dengan ungkapan terima kasih karena telah disambut dengan sangat hangat oleh keluarga besar BSA UAD. Ia berharap silaturrahmi ini dapat membawa manfaat kedepan nanti. Tidak hanya bagi antar kedua universitas, tetapi juga dapat memberikan hubungan yang erat antar para mahasiswa.

Setelah acara berakhir, seluruh anggota HMPS BSA yang turut menghadiri dan memeriahkan acara tersebut, mengambil peran dengan membawa rombongan tamu mengelilingi Islamic Center (IC) yang di selangi dengan berbagai perkenalan, candaan bahkan diskusi ringan seputar kampus UAD dan kegiatannya. Rasa kekeluargaan dan keharmonisan pun tercipta antar seluruh dosen dan mahasiswa. (S12I)

Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Dan Sastra arab Tahun 2018/2019 “Kabinet Al- Fattah”

Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) Fakultas Agama Islam (FAI) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang telah terpilih di gelar pada Senin (12/03/2018). Wakil dekan FAI, Dr Rika Astari, M.A. telah melantik sebanyak 37 orang pengurus baru di aula Islami Center lantai 1 .
Suasana khidmat terasa sejak dilantunkan ayat suci al-qur’an untuk mengawali acara yang dimulai pada pukul 16.00 WIB. Pelantikan ini terlaksana sesuai dengan SK nomer 003-KEP/XI-1/D/UAD-III/2018 tentang pengesahan pengurus HMPS BSA Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan periode 2018/2019, usai mengcuap janji pengurus secara serentak ketua HMPS, Aiman menandatangani berkas janji pengurus di hadapan para hadirin pelantikan
Dr Rika Astari, M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak pelantikan ini pengurus terpilih harus menjalanka amanah sebaik mungkin dalam berorganisasi “Organisasi bukan hanya ajang mencari kepopuleran, melainkan tujuan dari berorganisasi adalah melatih skill leadership sehingga siap menjadi agen perubahan ketika nanti terjun masyarakat ”, ujarnya.
Hadirin yang turut diundang dalam acara ini yakni ada beberapa dosen dan kepala prodi di FAI, perwakilan BEM UAD serta ada perwakilan setiap kelas.Tepat pukul 20.00 WIB acara ini di tutup dengan doa bersama. (ftmh)

Politik di Muhammadiyah Sangat Minim

Kasiyarno UAD About Politic, Muhammadiyah Takes The Least Role jos

“Politik di Muhammadiyah sangat minim, tetapi bukan berarti tidak ada yang merespons. Sesungguhnya, politik adalah hal yang penting untuk berdakwah karena dapat melawan pemimpin yang zhalim,” ucap Dr. Kasiyarno, M.Hum. di ruangannya sebelum memberikan sambutan kepada audiens pengajian Ramadhan Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (MPK PWM-DIY) Jum’at (17/6/2016).

Pengajian yang mengangkat tema “Masa Depan Muhammadiyah: Penguatan Peran Sosial Politik dan Kemandirian Ekonomi” ini diharapkan, memunculkan banyak kader Muhammadiyah yang siap me-reset menatap jalan lurus sebagai politisi dan saudagar dalam berbagai bidang.

Dengan tema dan narasumber yang berkompeten di bidangnya, dipastikan akan ada adanya tindak lanjut kegiatan praksi sebagai wujud gerakan dakwah Muhammadiyah di DIY.

“Kami berharap, kultur Parpol yang kurang baik, dapat direformasi untuk lebih baik,” kata Drs. Untun