FAI UAD bahas sinergitas antar ormawa

Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Agama Islam UAD Yogyakarta berhasil melaksanakan Rapat Koordinasi Ormawa (RAKORWA) di kampus 5 Universitas Ahmad Dahlan pada ahad (25/3/18). Rapat koordinasi ormawa ini dihadiri oleh seluruh anggota ormawa FAI diantaranya Badan eksekutif mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Himpunan Mahasiswa Program Studi Tafsir Hadits, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah.

Dengan mengangkat tema Sinergitas ormawa FAI menuju mahasiswa yang kreatif, progresif, dan kompetitif, Awhinarto selaku ketua dewan perwakilan mahasiswa fakultas agama islam mengatakan bahwa rapat ini membahas tentang “ pertama sinegitas ormawa yang berada di fakultas agama islam agar supaya semua kegiatan dimanajemen dengan baik, dengan adanya rapat koordinas satu sama lain bisa saling kenal, semua kegiatan bisa diawasi oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa secara objektif dan transparan. Dengan harapan kami dari dewan perwakilan mahasiswa kegiatan ini dapat dimonitoring setiap saat dan apapun yang terjadi atau dilakukan oleh HMPS maupun BEM bisa kita control dengan baik, dan nantinya semua ormawa yang ada di fakultas agama islam kita bangun sebuah contoh yang baik untuk mahasiswa fakultas agama islam”.

Aiman  selaku ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra arab saat ditemui, menyatakan bahwa rakorwa ini sangat penting karena dengan adanya rakorwa ini dapat menyatukan program kerja-program kerja kita baik tanggal maupun yang lainnya, ini semua demi fakultas agama islam yang bersinergi.(dekA)

wisudawan tercepat UAD adalah seorang hafizd

 

Sabtu(24/3/18) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta berhasil mewisuda 914 mahasiswa pada periode Maret 2018. Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif yang di raih wisudawan dari S1 3,32,  sedangkan wisudawan S2 3,68. Dari total wisudawan periode Maret 2018, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Agama Islam berhasil meluluskan sebanyak 13 mahasiswa. Diantara 13 mahasiswa yang lulus pada periode Maret 2018 ini, M. Husni Arsyad meraih predikat wisudawan S1 tercepat dengan masa studi  3 tahun 4 bulan 28 hari dengan IPK 3,90. Wisudawan kelahiran Magelang, 28 April 1994 ini memiliki beberapa prestasi baik akademik maupun non akademik semasa kuliah. adapun prestasi akademik yang di raih oleh Arsyad, ia pernah meraih juara 3 lomba Debat Bahasa Arab pada Festival Timur Tengah yang diadakan di Universitas Indonesia, dan mengikuti Student Exchange di bawah program Asean Internasional Mobility For Student ke Malaya University. Selain itu, Arsyad juga aktif di kegiatan kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa Program Studi dan menjadi pemateri di Studi Club I’dad Lughowi periode 2017-2018.

Putra dari pasangan Fathul Hakim dan Shohanah ini juga merupakan seorang Hafidz Al-Qur’an sejak kelas 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan mendapatkan beasiswa dari Kementrian Agama melalaui jalur Tahfidz Al-Qr’an 30 juz pada tahun 2015 lalu. Pria kelahiran 1994 ini, juga pernah mengikuti lomba Tahfidz yang di ada di UAD dan meraih jura 2 di kategori 5 juz, selanjutnya Arsyad di kirim ke Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional untuk perwakilan UAD.

Arsyad kerap menghabiskan waktu belajar sambil mengajar di RumahTahfidz, yang sejak semester 4 telah membantu biaya kuliah sehingga tidak membebani orang tua lagi.  Ia juga tidak pernah menunda suatu pekerjaan, sehingga apa yang ia kerjakan harus segera diselesaikan.

“Ya maksimalkan dan gunain aja waktu yang ada. Sebisa mungkin tidak ada waktu yg terbuang sia-sia. Kalau ada tugas atau sesuatu hal yang perlu dikerjakan, harus segera dilaksanakan dengan segera jangan ditunda-tunda. Kalau ada kesempatan buat lulus tepat waktu atau bisa lebih cepat kenapa tidak di ambil kesempatan itu.” ujar Arsyad

Meskipun disibukan dengan kegiatan mengajar, bagi Arsyad kuliah merupakan tanggung jawab utama dan bakti kepada orang tua. “dan yg terakhir belajar, studi di perguruan tinggi itu selain untuk masa depan kita sendiri ya juga sebagai amanah dari orangtua. lulus dengan cepat atau dengan tepat waktu itu menjadi salah satu bentuk pertanggungjawaban kepada orangtua dan amanah yg telah diberikan.” tambah Arsyad. (dekA)

Sehari Setelah Dilantik, HMPS BSA Tunjukkan Kebolehannya!

Jum’at, 16 Maret 2018, Bahasa dan Sastra Arab (BSA) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mendapat kunjungan silaturrahmi dan study banding dari Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung. Sebagai salah satu organisasi mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bahasa dan Sastra Arab turut berpartisipasi dalam mensukseskan acara tersebut. Muhammad Deden Irwandi, mahasiswa BSA semester 2 mengawali acara tersebut dengan membacakan puisi arab. Sebuah puisi berjudul “Ana Yusuf” karya Muhammad Darwis, dibacakan  Deden dengan penuh penghayatan hingga berhasil menyedot perhatian seluruh peserta yang hadir. Suasana berubah sangat khidmat, ketika Aditya Prayogo anggota HMPS BSA, melantunkan ayat suci Al Qur’an sebagai pembukaan resmi acara tersebut.

Ketua kaprodi, Abdul Mukhlis, S.Ag.M.Ag. mengawali sambutannya pada acara tersebut dengan ucapan selamat datang kepada 7 dosen pembimbing beserta 75 mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UIN Lampung. Dengan penuh rasa hormat, Dr. Safari S.Ag.M.Sos.I sebagai kaprodi PBA UIN Lampung dalam sambutannya, membalas ucapan tersebut dengan ungkapan terima kasih karena telah disambut dengan sangat hangat oleh keluarga besar BSA UAD. Ia berharap silaturrahmi ini dapat membawa manfaat kedepan nanti. Tidak hanya bagi antar kedua universitas, tetapi juga dapat memberikan hubungan yang erat antar para mahasiswa.

Setelah acara berakhir, seluruh anggota HMPS BSA yang turut menghadiri dan memeriahkan acara tersebut, mengambil peran dengan membawa rombongan tamu mengelilingi Islamic Center (IC) yang di selangi dengan berbagai perkenalan, candaan bahkan diskusi ringan seputar kampus UAD dan kegiatannya. Rasa kekeluargaan dan keharmonisan pun tercipta antar seluruh dosen dan mahasiswa. (S12I)

Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Dan Sastra arab Tahun 2018/2019 “Kabinet Al- Fattah”

Pelantikan Pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) Fakultas Agama Islam (FAI) di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) yang telah terpilih di gelar pada Senin (12/03/2018). Wakil dekan FAI, Dr Rika Astari, M.A. telah melantik sebanyak 37 orang pengurus baru di aula Islami Center lantai 1 .
Suasana khidmat terasa sejak dilantunkan ayat suci al-qur’an untuk mengawali acara yang dimulai pada pukul 16.00 WIB. Pelantikan ini terlaksana sesuai dengan SK nomer 003-KEP/XI-1/D/UAD-III/2018 tentang pengesahan pengurus HMPS BSA Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan periode 2018/2019, usai mengcuap janji pengurus secara serentak ketua HMPS, Aiman menandatangani berkas janji pengurus di hadapan para hadirin pelantikan
Dr Rika Astari, M.A. dalam sambutannya menyampaikan bahwa sejak pelantikan ini pengurus terpilih harus menjalanka amanah sebaik mungkin dalam berorganisasi “Organisasi bukan hanya ajang mencari kepopuleran, melainkan tujuan dari berorganisasi adalah melatih skill leadership sehingga siap menjadi agen perubahan ketika nanti terjun masyarakat ”, ujarnya.
Hadirin yang turut diundang dalam acara ini yakni ada beberapa dosen dan kepala prodi di FAI, perwakilan BEM UAD serta ada perwakilan setiap kelas.Tepat pukul 20.00 WIB acara ini di tutup dengan doa bersama. (ftmh)

Politik di Muhammadiyah Sangat Minim

Kasiyarno UAD About Politic, Muhammadiyah Takes The Least Role jos

“Politik di Muhammadiyah sangat minim, tetapi bukan berarti tidak ada yang merespons. Sesungguhnya, politik adalah hal yang penting untuk berdakwah karena dapat melawan pemimpin yang zhalim,” ucap Dr. Kasiyarno, M.Hum. di ruangannya sebelum memberikan sambutan kepada audiens pengajian Ramadhan Majelis Pendidikan Kader Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (MPK PWM-DIY) Jum’at (17/6/2016).

Pengajian yang mengangkat tema “Masa Depan Muhammadiyah: Penguatan Peran Sosial Politik dan Kemandirian Ekonomi” ini diharapkan, memunculkan banyak kader Muhammadiyah yang siap me-reset menatap jalan lurus sebagai politisi dan saudagar dalam berbagai bidang.

Dengan tema dan narasumber yang berkompeten di bidangnya, dipastikan akan ada adanya tindak lanjut kegiatan praksi sebagai wujud gerakan dakwah Muhammadiyah di DIY.

“Kami berharap, kultur Parpol yang kurang baik, dapat direformasi untuk lebih baik,” kata Drs. Untun